Seni Berdoa


Seringkali apabila kita mendapati hal-hal yang tidak sesuai keinginan kita, yang kita salahkan lebih dahulu adalah takdir. Sedangkan sebenarnya kita sudah tahu kalo semua yang terjadi itu pasti sudah kehendak tuhan, bahkan saya percaya daun yang jatuh pun adalah atas seizin tuhan, apalagi untuk hal yang besar di hidup kita, sudah dipastikan semua atas rencana tuhan. 

Tapi kalo saya berbicara tentang agama, sudah tentu saya tidak mahir tentang itu, pemahaman saya hanya sebatas "Semua yang terjadi pasti rencana tuhan, dan hanya yang terbaiklah yang terjadi, bukan yang lain".

Tetapi kadangkala ada beberapa hal yang saya rasakan tidak adil bagi seseorang itu untuk menghadapinya. Mengapa begitu? Kenapa tidak begini? Kenapa dia? Kenapa saya? 

Menyadari tentang kekurangan diri, saya menulis tentang ini.

Kalau kita mendoakan datangnya pelangi, jangan lupa kita siapkan payungnya. Karena pelangi akan muncul ketika hujan reda.

Kalau kita mendoakan datangnya salju, jangan lupa kita siapkan jaket yang tebal. Karena salju tidak akan muncul ketika tidak terasa dingin.

Sama halnya seperti kalau kita mendoakan hal-hal yang baik untuk hidup kita, kita juga harus menyiapkan diri kita untuk sampe ke sana, karena doa gak cuma bikin kita fokus ke apa yang kita tuju.

Masih tentang doa, apabila belum dijawab, bukan berarti doa kita ditolak.

Ketika sesorang menginginkan suatu hal dan dia panjatkan dalam doa-doanya, terkadang ada kalanya yang dia dapatkan tidak sesuai dengan keinginan dan doanya. Bisa jadi apa yang didapatkan bukanlah jawaban dari doanya serta bukan kesalahan dalan memilih melainkan itu adalah anak tangga yang tuhan perrsiapkan untuk mendapatkan apa yang diminta dalam doanya.

Sebagian orang mungkin mendapatkannya tidak secara langsung, melainkan butuh transit dahulu. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cita-cita Saya Apa?

2010 Memories and 2011 Wishes

2025 Highlight!